Mengenal Water Treatment System untuk Kebutuhan Industri F&B

Setelah memahami peran Clean Utilities dalam menunjang operasional industri makanan dan minuman, salah satu sistem yang tidak bisa dilewatkan adalah Water Treatment System.

Sederhananya, Water Treatment System merupakan rangkaian proses yang digunakan untuk mengolah air baku menjadi air dengan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan penggunaannya. Dalam industri F&B, sistem ini dapat mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari air yang digunakan dalam proses produksi, pencucian peralatan, hingga kebutuhan utilitas.

Lalu, mengapa air perlu melalui proses pengolahan terlebih dahulu?

Coba bayangkan air yang terlihat jernih dan tidak berbau. Secara kasat mata mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan bahwa air sudah sesuai untuk digunakan dalam proses produksi. Di dalamnya masih dapat terdapat mineral, partikel, senyawa kimia, maupun mikroorganisme yang tidak terlihat secara langsung.

Karakteristik air juga dapat berbeda antara satu sumber dengan sumber lainnya. Air tanah, air permukaan, maupun sumber air lainnya memiliki kondisi yang perlu diketahui sebelum menentukan metode pengolahannya.

Karena itu, Water Treatment System tidak dirancang dengan satu konfigurasi yang berlaku untuk semua kebutuhan. Sistemnya perlu disesuaikan dengan kualitas air baku dan tujuan penggunaan air tersebut.

Dari sini, kita bisa mulai melihat bagaimana air melewati beberapa tahapan pengolahan sebelum akhirnya digunakan dalam fasilitas produksi.

Apa Itu Water Treatment System?

Water Treatment System merupakan rangkaian proses yang digunakan untuk mengolah air baku menjadi air dengan kualitas tertentu sesuai dengan tujuan penggunaannya.

Sumber air yang digunakan industri dapat memiliki karakteristik berbeda. Air tanah, air permukaan, maupun sumber air lainnya mungkin mengandung tingkat hardness, TDS, turbidity, iron, chlorine, hingga mikrobiologi yang berbeda.

Karena itu, sistem pengolahan air perlu dirancang berdasarkan kondisi raw water dan kebutuhan proses, bukan menggunakan satu konfigurasi yang sama untuk semua industri.

Bagaimana Water Treatment System Bekerja?

Secara umum, alurnya dapat dimulai dari:

Raw Water → Filtration → Treatment → Storage → Distribution → Point of Use

Tahapan tersebut dapat berbeda sesuai kebutuhan.

Pada tahap awal, Multimedia Filter dapat digunakan untuk mengurangi partikel, pasir, lumpur, dan suspended solid. Setelah itu, Activated Carbon Filter dapat membantu mengurangi chlorine, bau, warna, serta senyawa organik tertentu.

Jika air memiliki tingkat hardness yang tinggi, Water Softener dapat digunakan untuk membantu mengurangi kandungan calcium dan magnesium. Sementara itu, Micron Filter dapat berfungsi sebagai penyaringan lanjutan sebelum proses berikutnya.

Untuk kebutuhan air dengan kandungan dissolved solids yang lebih rendah, Reverse Osmosis (RO) dapat menjadi bagian dari sistem. Tahap akhir dapat menggunakan teknologi seperti UV atau Ozone sesuai kebutuhan pengendalian mikrobiologi.

Namun, tidak semua sistem membutuhkan seluruh tahapan tersebut. Konfigurasi water treatment process perlu ditentukan berdasarkan hasil analisis air dan target kualitas yang ingin dicapai.

Mengapa Penting untuk Industri F&B?

Kebutuhan air dalam industri F&B cukup beragam. Air yang digunakan sebagai bagian dari produk dapat memiliki persyaratan berbeda dengan air untuk cleaning atau utility.

Karena itu, perancangan sistem sebaiknya dimulai dengan memahami untuk apa air tersebut digunakan.

Selain proses pengolahan, sistem juga dapat dilengkapi dengan PLC dan HMI untuk membantu mengatur pompa, valve, monitoring tekanan, flow, level, maupun parameter lainnya.

Dengan sistem yang dirancang sesuai kebutuhan, pengolahan air dapat berjalan lebih konsisten dan mendukung kelancaran operasional produksi.

Kesimpulan

Water Treatment System menjadi salah satu bagian penting dalam clean utilities industri F&B. Sistem ini membantu memastikan air yang digunakan memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan proses.

Mulai dari analisis raw water, pemilihan metode filtrasi, kapasitas, storage, hingga distribusi, seluruhnya perlu dipertimbangkan sejak tahap perencanaan.

Dengan pendekatan tersebut, water treatment process dapat dirancang secara lebih tepat dan selaras dengan kebutuhan fasilitas produksi.

Scroll to Top