Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mengenal fungsi utama spray balls dalam proses CIP sebagai alat pembersih internal tangki. Artikel ini menjadi lanjutan yang berfokus pada dua jenis spray ball yang paling sering dipakai di industri modern serta alasan keduanya menjadi standar dalam sistem pembersihan otomatis.
1. Static Spray Balls
Static Spray Ball by Alfa Laval
Static spray ball merupakan jenis yang tidak memiliki komponen bergerak. Meski desainnya sederhana, performanya tetap dapat diandalkan untuk sebagian besar kebutuhan sanitasi tangki di industri skala menengah.
Keunggulan Static Spray Ball
- Struktur kokoh dengan risiko kerusakan rendah.
- Biaya instalasi dan perawatan lebih ekonomis.
- Stabil digunakan pada sistem CIP dengan tekanan standar.
- Cocok untuk tangki berukuran kecil hingga menengah.
Keterbatasan
- Mengonsumsi air lebih banyak untuk efektivitas optimal.
- Kurang ideal untuk residu kental atau produk yang meninggalkan endapan kuat
2. Rotary Spray Balls
Rotary Spray Ball by Alfa Laval
Rotary spray ball dilengkapi mekanisme putar yang bergerak saat tekanan air dialirkan. Rotasi ini menghasilkan pola semprotan yang lebih menyeluruh dan mampu menjangkau area yang sulit dibersihkan.
Keunggulan Rotary Spray Balls
- Efektivitas pembersihan lebih tinggi dibanding tipe statis.
- Konsumsi air dan bahan pembersih lebih hemat.
- Sangat cocok untuk industri makanan, minuman, hingga farmasi yang menuntut higienitas tinggi.
Keterbatasan
- Bagian bergerak membutuhkan perawatan lebih rutin.
- Sensitif terhadap kualitas air dan partikel kecil yang dapat menghambat rotasi.
Kesimpulan
Static spray ball dan rotary spray ball memiliki peran penting dalam proses CIP, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kebutuhan operasional. Static spray ball unggul pada biaya dan kesederhanaan sistem, sedangkan rotary spray ball memberikan performa pembersihan yang lebih kuat dan hemat air. Pemilihan jenis yang tepat akan memastikan kualitas sanitasi tetap terjaga tanpa mengorbankan efisiensi proses produksi.
